Monday 26 September 2011

Bukti Mental Ndableg Tak Lekang Oleh Waktu

Coba teman-teman perhatikan lirik dari lagu berikut ini. Lagu ini judulnya Distorsi dari Ahmad Band. Menurut Wikipedia, band ini hadir pada tahun 1998. 13 tahun yang lalu. Yet the lyrics are still so much relevant. 


Bravo.


=========================================================


maunya selalu memberantas kemiskinan
tapi ada yang selalu kuras uang rakyat
ada yang sok aksi buka mulut protas protes
tapi sayang mulutnya selalu beraroma alkohol

reff :
yang muda mabuk, yang tua korup 2x
korup terus, mabuk terus
jayalah negeri ini, jayalah negeri ini

(merdeka...!!)
maunya selalu menegakkan keadilan
tapi masih saja ada sisa hukum rimba
ada yang coba - coba sadarkan penguasa

tapi sayang yang coba sadarkan
sadar aja nggak pernah
setiap hari mabuk....
ngoceh soal politik

setiap hari korup
ngoceh soal krisis ekonomi
perut kekenyangan bahas soal kelaparan
kapitalis sejati malah ngomongin soal keadilan sosial

selalu monopoli!
ngoceh soal pemerataan
setiap hari tucau
ngoceh soal kebobrokan

Tuesday 13 September 2011

Here's The Green Light. Go(?)

What do you do when all the signs are smacked upon your face?

What should you do when the answer is as clear as an angel's heart? -should there be one.

What could be your reasoning -or rather, excuse- when the reason beacons brighter than Vin Diesel's bald head?

You do. You answer. You reason.

You act.

Monday 12 September 2011

The Land of the Free. The Home of the Prihatin.

Indonesia tanah air Beta, akan selalu Beta cinta. Tidak tahu Alfa dan Gamma.

Indonesia tanah yang luhur, makmur, dan -beberapa tahun ini- penuh genangan lumpur.

Indonesia tanah pusaka. Tempat berlindung di hari tua. Untuk pendosa.

Indonesiaku...
Yang muda mabok, yang tua korup. (Terima kasih Distorsi untuk kata-katanya yang relevan hingga kini)
Yang muda menyuarakan -menurut mereka- suara rakyat, yang tua korup.
Yang muda larut dengan musik yang terdengar seperti gitar di-setem, berulang-ulang, yang tua korup.
Yang muda apatis, yang tua korup.
Yang muda merasa tahu segalanya, yang tua korup.
Yang muda juara olimpiade internasional, yang tua....... ya korup.


Beringin -seperti aslinya- makin bau pesing, sedangkan Padi dan Kapas menjadi konsumsi kaum kanan. Oh, maaf. Kanan menengah.
Ka'bah dikomersialisasi religius nasionalis, begitu pun Bulan dan Bintang Sabit. Padahal, bulan dan bintang katanya adalah sui generis (atau common heritage of humankind, lupa).
Banteng setia menjadi pseudo-representasi wong cilik, dengan perutnya yang tambun.
Dan KEBO? Yah.... Kebo akan senantiasa prihatin.

Merdeka!!

NB: Kalau tidak tahu apa itu sui generis atau common heritage of mankind, Google is only a click away.

Friday 2 September 2011

Selamat Lebaran. Semoga Berkah.

Lucu.

Pas lebaran, gue minta maaf ke salah satu mantan gue dan nitip salam ke temen-temennya.

Reaksi dia.... Yah, bisa dikatakan permintaan maaf gue ditolak. FYI, dia ga minta maaf ke gue (padahal kan lebaran, iiiihh parah banget :p).
Bukannya gue berharap dia minta maaf ke gue. Ngga sama sekali. Cuma..... Kok ya ngga merasa bersalah aja yah.
Giliran gue minta maaf, ditolak mentah-mentah *straight face*

Post ini bukan ajang gue untuk menjelek-jelekkan mantan gue. Bukan.
Post ini justru untuk menampar gue (dan yang membaca, semoga) untuk menyadari bahwa keikhlasan itu penting.
Minta maaf itu gampang, memberi maaf untuk orang lain itu susah. Tapi memaafkan diri sendiri, itu yang butuh perjuangan :)
Ketika kita meminta maaf dari orang lain, baiknya kita sudah memaafkan orang itu.
Untuk apa? Ngga butuh alasan kan untuk maafin orang? :)

Silaturrahmi itu penting. Banget.
Nyadar ngga tiap kali ada yang ulang tahun, dinyanyiin lagu yang liriknya 'panjang umurnya'?
Padahal umur orang udah dipatok sama Tuhan. Lah, terus makna panjang umurnya di situ apa dong?

Tadi siang gue ke arisan keluarga besar almarhum kakek gue. Sebelum acara ada tauziah dulu.
Inti tauzia-hnya, silaturrahmi itu penting untuk memanjangkan umur. (Kenapa memanjangkan umur lagi????)

Ternyata, yang dimaksud memanjangkan umur di sini adalah dengan banyak-banyak berkenalan dengan orang lain, silaturrahmi, membina hubungan baik sama orang lain.
Karena kalo hubungan kita baik sama orang lain, ditambah kita berkarya, kita akan terus dibicarain dan dikenang sama orang lain.
Bahkan jauh setelah kita meninggal.

Saat merayakan ulang tahun, kita berinteraksi dengan orang lain.
Datang ke arisan keluarga, kita bersilaturrahmi dengan orang lain.
Umur kita makin panjang.

Itulah makna posting kali ini.
Ikhlas. Hablumminannaas. Berlaku baik ke orang lain. Bahkan kalo orang lain berlaku jahat ke kita :)

Selamat Idul Fitri. Mohon maaf untuk kesalahan-kesalahan gue yang udah lewat yah! :D